Investor akan belajar banyak tentang seberapa cepat ekonomi AS tumbuh. Anthony Grisanti dan Brian Stutland berdiskusi dengan Jackie DeAngelis.

Meskipun serangkaian titik data ekonomi yang tampaknya menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi AS telah melambat, investor mungkin harus menunggu sebelum mereka khawatir. Tetapi jika data masih tetap menunjukan pelemahan selama dua minggu ke depan, kemungkinan untuk para investor bisa menunggu lebih lama lagi.

“Minggu ini akan menjadi salah satu yang menarik, karena data ekonomi yang keluar akan sedikit komplek, namun pasar bisa terus mendorong lebih tinggi dari hasil data ini,” kata Brian Stutland dari Volatilitas Grup Stutland.

Foto seorang trader di lantai New York Stock Exchange
Foto seorang trader di lantai bursa “New York Stock Exchange”

Memang, S&P mengabarkan hanya pelemahan sedikit dalam seminggu terakhir, meskipun fakta bahwa beberapa poin ekonomi yang penting telah jatuh jauh dari harapan.

Penjualan rumah di bulan Januari hampir tidak ada, dengan data yang dirilis pada Jumat menunjukan data yang rendalah dalam 18 bulan dan ini membuat hilang harapan pasar. Sejumlah data yang buruk pun terjadi pada Rabu, ketika Departemen Perdagangan melaporkan bahwa penjualan perumahan mulai turun 16 persen pada Januari.

Pada hari Selasa, indeks manufaktur Philadelphia Fed dilaporkan negatif 7.3, yang menunjukkan memburuknya kondisi seolah-olah jatuh jauh dari perkiraan. Selasa Empire State manufaktur survei juga kecewa.

Berita ekonomi yang buruk bahkan tercermin dalam laba, ketika Wal-Mart, pengecer terbesar di dunia, melaporkan bahwa penjualan toko yang sama turun 0,4 persen, dan ini merupakan setahun penuh yang berada di bawah ekspektasi pasar.

Semua berita negatif ini telah membuat investor waspada setelah dua laporan pekerjaan terakhir yang menunjukkan pertumbuhan yang menurun tajam di bawah ekspektasi untuk kedua bulan Desember dan Januari.

Yang masih belum jelas adalah seberapa banyak berita buruk ini disebabkan oleh serentetan cuaca musim dingin yang buruk, daripada perlambatan pertumbuhan ekonomi yang sebenarnya. Tapi sebagai data yang telah masuk selama dua minggu ke depan, ini merupakan pertanyaan yang harus dijawab.

“Klaim pengangguran mingguan akan menjadi hal penting untuk kita simak, karena Anda tidak bisa menyalahkan itu pada cuaca,” kata Peter Boockvar, kepala analis pasar di Lindsey Group, mengacu pada jumlah tenaga kerja yang akan dirilis pada Kamis pagi.

Dia juga akan memantau Chicago Purchasing Managers Index, yang akan dirilis Jumat.

“Kita akan melihat apakah itu menegaskan kelemahan di angka New York dan Philadelphia,” kata Boockvar ke CNBC.com.

Pada minggu berikutnya, indeks manufaktur ISM pada Februari dan laporan pekerja, kedua hasil data tersebut harus bisa menarik minat investor, sebagaimana investor harapkan pada bulan ini.

Sementara Boockvar mengatakan bahwa “ini lebih dalam dari cuaca, tapi cuaca mungkin telah meningkatkan perubahan,” kepala Deutsche Bank ekonom AS Joseph LaVorgna berpendapat bahwa “cuaca dapat menghambat kegiatan ekonomi dalam jangka pendek, tetapi tidak mungkin untuk benar-benar mengurangi permintaan – sebagai hasilnya, permintaan terpendam yang signifikan dapat mengakibatkan lonjakan pada aktifitas akhir kuartal.”