Menteri Keuangan Jepang Taro Aso mengatakan pada hari Jumat bahwa Bank of Japan (BOJ) dengan keagresifan yang kuantitatif dan kualitatif dalam pelonggaran moneter harus dihargai, di mana stimulus yang agresif ini mendorong inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

BOJ Menghargai Pelonggaran Moneter yang Agresif

Setahun yang lalu, BOJ mengumumkan rencana untuk mencapai target inflasi 2% dalam waktu dua tahun dan 15 tahun untuk deflasi negara, dimana target tersebut harus dicapai melalui kebijakan yang kuantitatif dan kualitatif dalam pelonggaran moneter bank.

Selain itu, BOJ dapat mempertahankan kebijakan moneter saat ini untuk tidak merubahnya selama pertemuan dewan berikutnya terutama setelah kenaikan pajak penjualan baru yang dimulai bulan ini.

Ini sudah diperkirakan bahwa inflasi inti akan menetap sekitar 1,2% sampai 1,3% selama enam bulan ke depan, tambahnya bahwa BOJ dapat menambahkan langkah-langkah untuk meningkatkan inflasi untuk mencapai sesuai yang ditargetkan sebesar 2%.

Dari sisi lain, ekonomi Jepang diperkirakan akan melambat selama kuartal berikutnya sebagaimana pengeluaran yang diperkirakan menurun setelah kenaikan pajak 3% selama bulan April, dimana BOJ akan memutuskan apakah akan menambah stimulus pada Mei atau tidak.