Di kawasan Asia kita akan menyaksikan sejumlah fundamental penting di awal pekan ini. Data yang dirilis dari Cina menunjukkan defisit neraca perdagangan negara itu meluas ke yang terbesar sejak 2009, di tengah penurunan ekspor dan melambatnya aktivitas manufaktur.

Fundamental Asia Mempengaruhi Mata Uang Pasar

Adapun ekonomi Jepang, pertumbuhan PDB melambat pada kuartal keempat tahun 2013 dan hasil data itu di bawah perkiraan pasar, yang mempengaruhi pergerakan yen terhadap mata uang utama.

Selain itu, yen menguat terhadap mata uang mayor, membuat para trader untuk mencari safe haven, terutama setelah data negatif terlihat di China, yang mendorong yen terbalik melemah terhadap 16 mata uang utama. Hal ini menyebabkan USD/JPY tidak mampu menembus daerah harga pasangan itu sejak enam minggu terakhir.

Kedua dolar Selandia Baru dan dolar Australia melemah terhadap dolar AS dan yen Jepang, karena Cina adalah mitra dagang utama bagi kedua negara itu, mencatat bahwa penurunan ekspor China memperburuk ekonomi Asia Pasifik.

USD/JPY turun ke harga rendah di 102.99, setelah dibuka perdagangan pekan ini di 103.12. Terlihat EUR/JPY tetap di harga pekan lalu kisaran 143.00.

AUD/USD merosot ke titik terendah di 0.9030, sementara mata uang Australia jatuh terhadap yen Jepang untuk kembali ke posisi rendah di 93.06, padahal sesi hari ini dimulai pada 93.41.

NZD/USD jatuh ke posisi 0.8449, sementara NZD/JPY merosot ke 87.07, setelah dibuka perdagangan minggu ini di 87.35.