Kejutan Mata Uang Swiss (CHF), atas Kebijakan SNB, Banyak Bank-Bank Besar MerugiSeperti yang kita ketahui, pada 15 Januari bulan lalu ada kejutan besar pada pasar forex, terutama mata uang Swiss (CHF), yang menguat ribuan poin dalam hitungan jam.

$400 juta kerugian kumulatif yang diderita bank-bank besar seperti Citigroup Inc, Deutsche Bank AG dan Barclays Plc akibat keputusan bank sentral Swiss untuk menghapus patokan minimum CHF di 1.2 terhadap EURO.

“Kerugian bisa menjadi miliaran dollar – semua itu sedang dihitung,” kata Mark T. Williams, seorang eksekutif tinggal di Boston University yang merupakan spesialis dalam manajemen risiko. “Kerugian itu berkisar pada bank-bank besar, broker, hedge fund, reksadana untuk para spekulan mata uang. Akan ada efek gelombang di seluruh sistem keuangan.

Citigroup, dealer mata uang terbesar di dunia, kehilangan lebih dari $150 juta di meja dagangnya, seseorang dengan pengetahuan tentang masalah ini mengatakan pekan lalu. Deutsche Bank kehilangan $150 juta dan Barclays kurang dari $100 juta, orang yang tahu dengan peristiwa itu mengatakan, setelah Swiss National Bank membatalkan kebijakan tiga tahun capping mata uangnya terhadap euro dan franc melonjak sebanyak 41 persen pada hari itu terhadap euro. Juru bicara untuk tiga bank itu menolak memberikan komentar.

Marko Dimitrijevic, manajer hedge fund yang selamat setidaknya dari lima krisis utang pasar berkembang, menutup hedge fund terbesarnya, yang memiliki aset sekitar sekitar $830 juta pada akhir tahun, setelah kehilangan hampir semua uangnya pada keputusan SNB, kata seseorang yang dekat dengan perusahaan itu.

FXCM Merugi

FXCM Inc, yang merupakan broker ritel valuta asing terbesar di AS, mendapat suntikan tunai sebesar $300 juta dari Leucadia National Corp setelah memperingatkan bahwa kerugian kliennya mengancam keuangan modal dari FXCM. FXCM, yang menangani $1,4 triliun perdagangan untuk individu untuk kuartal terakhir, mengatakan hal itu dimana FXCM berutang $225 juta akibat balance negatif dari para nasabahnya.

Langkah SNB “mengejutkan orang-orang di seluruh dunia,” Timothy Massad, ketua US Commodity Futures Trading Commission, mengatakan dalam sebuah wawancara di Hong Kong. Regulator “terus menerus” memantau situasi ini, katanya.