Saham Eropa terpantau mengalami penurunan pada pembukaan Selasa, karena para trader terbebani dengan ketidakpastian kondisi politik di ukraina dan tergulingnya Presiden Viktor Yanukovych.

Sebagai perbandingan, euro mengalami kenaikan di Asia pagi ini dan AS semalam, meskipun pasar menerima berita baik atas kemenangan Perdana Menteri Matteo Renzi Italia yang memenangkan mosi pertamanya di parlemen kemarin. Namun ketidakpastian kondisi politik yang meningkat di Ukraina sebenarnya membuat keraguan sentimen pasar.

Pasar Eropa Melemah, Kekhawatiran Terhadap Kondisi Ukraina

Pada 03:38 ET, Stoxx Europe 600 turun 0,39% menjadi 336.87. Saham industri kurang dari casuality, jatuh hanya 0,18% namun sumber dasar melihat terjun yang kuat, dengan melemah 1,04%, dan British Rio Tinto Plc memimpin para penambang yang lebih rendah, jatuh 2,84% menjadi 3.435 pence.

  • London’s FTSE 100 melemah 37.88 poin atau 0.65% ke 6,827.47
  • Paris’s CAC 40 jatuh melemah 23.64 poin atau 0.53% ke 4,396.26
  • Frankfurt DAX 30 melemah 36.66 poin atau 0.45% ke 9,672.99

Ekuitas jatuh dari posisi tertinggi dalam enam tahun, tentunya ini mengecewakan jika dibandingkan dengan PDB Jerman tumbuh 0,4% pada kuartal keempat tahun 2013 berkat kenaikan yang cukup tajam dalam sektor ekspor, menunjukkan ekonomi terbesar Eropa akan kembali bergairah pada 2014.

Saham Fresenius SE turun lebih dari 8% sekitar €109,35 pagi ini – yang lebih buruk saham Stoxx 600 – setelah perusahaan membukukan laba lebih buruk dari perkiraan.

Saham Vivendi SA pun mengikuti pelemahan, sahamnya melemah lebih dari 2% lebih rendah ke sekitar 20.66.

Ketidakpastian politik masih menghantui ibukota Ukraina, bahkan setelah terjungkilnya presdient Yanukovych, karena kesulitan ekonomi negara itu terlihat semakin parah, dengan terjunnya ekspor yang begitu dalam setelah krisis, menurut banyak analsyts.