Pendapatan Thomson Reuters

Thomson Reuters (NYSE: TRI) telah melaporkan metrik keuangan untuk kuartal ke-2 2016 yang berakhir 30 Juni, 2016, dimana laba mengalami kenaikan namun pendapatan turun, menurut pernyataan Thomson Reuters.

Untuk kuartal ke-2 2016, Thomson Reuters mengungkapkan bahwa pendapatan untuk tahun ke tahun lebih rendah sekitar -1% pada $2,769 miliar dari $2,802 miliar pada kuartal ke-2 2015. Angka ini sebagian besar dipengaruhi oleh dampak negatif dari penguatan dolar AS dan lebih rendahnya pendapatan pemulihan. Tidak termasuk fluktuasi nilai tukar, dimana pendapatan meningkat 1%.

Secara geografi, pendapatan di Asia dan Amerika naik 1%, sedangkan penurunan 5% di Eropa, Timur Tengah dan Afrika (EMEA). pendapatan langganan tumbuh 4% (73% dari pendapatan segmen kuartal). Namun, pendapatan transaksional menurun 4% karena lebih rendahnya pendapatan transaksional FindLaw.

Metrik laba positif

Dalam hal keuntungan operasi Thomson Reuters untuk kuartal ke-2 2016, menghasilkan keuntungan $401 juta – ini merupakan lompatan sebesar 16 persen dari $345 juta di kuartal ke-2 2015.

Area lain penguatan untuk kuartal Thomson Reuters adalah Laba per saham dilusian (EPS), mengalami kenaikan hingga $0.39 di kuartal ke-2 2016, naik 50 persen untuk tahun ke tahun dari $0.26 di kuartal ke-2 2015. Namun arus kas dari operasi Thomson Reuters, yang juga mencakup penghentian operasi, turun dengan faktor -19 persen untuk periode tahun ke tahun menjadi $770 juta dari $951 juta di kuartal 2015.

Mengomentari dalam sebuah pernyataan baru pada metrik kuartalan, James C. Smith, Presiden dan CEO dari Thomson Reuters, mengatakan: “Bisnis inti kami menunjukkan ketahanan dan kami terus membuat kemajuan sepanjang kuartal kedua meskipun lebih menantang dan kondisi pasar yang bergejolak bagi banyak pelanggan terbesar kami.”

“Kami sedang pada target setahun penuh kami dan posisi yang baik untuk membantu pelanggan kami menavigasi tren global yang mempengaruhi industri mereka,” tambahnya.

Thomson Reuters baru-baru ini mengumumkan rencana dengan CME Group untuk mengintegrasikan jaringan dua instant messaging mereka, Thomson Reuters Eikon Messenger dan CME Pivot Instant Messaging, untuk membuat grup komunikasi 300.000 pelaku pasar.